Rabu, 23 Mei 2012

NEONATUS USIA 1 HARI DENGAN BAYI LAHIR NORMAL


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Periode segera setelah lahir merupakan awal kehidupan yang tidak menyenangkan bagi bayi. Hal tersebut disebabkan oleh lingkungan kehidupan sebelumnya (intra uterus) dengan lingkungan kehidupan sekarang (ekstra uterus) yang sangat berbeda. Di dalam uterus janin hidup dan tumbuh dengan segala kenyamanannya karena ia tumbuh dari hari ke hari tanpa upaya dari dirinya sendiri. Hal ini berarti jain tumbuh dan hidup bergantung penuh pada ibunya.
Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh dunia kesehatan supaya kasus-kasus tersebut teratasi atau paling tidak memperkecil kemungkinan segala implikasinya.
Untuk dapat mencapai target dan tujuan di atas serta untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010 dalam dunia kesehatan dan masyarakat diperlukan kerja sama yang baik antar tenaga kesehatan yang berkualitas, baik dokter, bidan, maupun tenaga kesehatan lain yang berkecimpung di dalamnya.
(Muchtar Rustam, 2002, Ag3)

1.2    Tujuan Penulisan
1.2.1        Tujuan Umum
Melalui laporan ini diharapkan mampu menguji, mengidentifikasi dan melaksanakan asuhan kebidanan khususnya bagi kami mahasiswa kebidanan yang sedang dalam proses pembelajaran praktek kebidanan di RSUD Sidoarjo.
1.2.2        Tujuan Khusus
Dengan disusunnya laporan ini mahasiswa diharapkan dapat
-          Mengumpulkan data sampai dengan menganalisis data
-          Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial
-          Mengidentifikasi kebutuhan segera.
-          Merencanakan asuhan kekbidanan
-          Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan
-          Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan
1.3    Ruang Lingkup
Ruang lingkup asuhan kebidanan dalam makalah ini hanya pada masalah bayi baru lahir normal
1.4    Metode Penelitian
Metode Penelitian yang digunakan penulis dalam membuat asuhan kebidanan ini pada bayi Ny. “S” dengan bayi baru lahir normal menggunakan metode studi kasus ini dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan tinjauan kasus melalui :
o   Wawancara dan anamnese
Komunikasi langsung yang bertujuan mencari informasi guna melengkapi data pasien dengan cara berkomunikasi dengan keluarga pasien untuk memperoleh data yang akurat.
o   Observasi
Dengan cara mengamati perilaku dan keadaan pasien untuk memperoleh data tentang kesehatan pasien
o   Studi dokumentasi
Mempelajari dan melengkapi data dengan melalui catatan atau status pasien, catatan perkembangan dan hasilnya.
o   Studi pustaka
Dari buku penunjang
1.5    Sistematika Penulisan
BAB I      PENDAHULUAN
BAB II    TINJAUAN TEORI
BAB III   TINJAUAN KASUS
BAB IV   PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I.         KONSEP DASAR BAYI BARU LAHIR
A.    Pengertian
·         Bayi lahir adalah bayi yang lahir tepat pada waktunya, biasanya 39 minggu sampai 41 minggu dengan berat badan lahir antara 3000 sampai 3700 gram.
(Suryani, 2001 : 26)
·         Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 31 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram.
(Ilmu Kebidanan, 1999 hal 246 – 264)
·         Bayi cukup bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai 42 minggu
(IKA, 19995 : 147)

B.     Ciri-ciri Bayi Normal
Ø  Berat badan 2500 gr sampai 4000 gr
Ø  Panjang badan lahir 48-50 cm
Ø  Lingkar dada 32-34 cm
Ø  Lingkar kepala 33-35 cm
Ø  Bunyi jantung dalam menit-menit pertama kira-kira 180 x/menit kemudian menurun sampai 120-140 x/menit.
Ø  Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 x/menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40 x/menit.
Ø  Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa
Ø  Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
Ø  Kuku telah agak panjang dan lemah
Ø  Genetalia testis turun (pada bayi laki-laki), labia mayora sudah menutup labia minora (pada perempuan).
Ø  Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
Ø  Reflek moro sudah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk.
Ø  Eliminasi baik, urin dan mekoneum akan keluar dalam 24 jam pertama, mekoneum berwarna hitam kehijauan dan lengket

C.    Perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir
§  Perubahan metabolisme karbihidrat. Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam 3 pertama setelah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemah, bila karena sesuatu hal, misalnya bayi mengalami hipotermi, metabolisme asam lemak tidak memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia, misalnya pada BBLR dari ibu yang menderita DM dan lain-lainnya.
§  Perubahan suhu tubuh
Ketika bayi baru lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dibanding suhu dalam rahim ibu, apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25ºC maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan eveporasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaan ini mengakibatkan suhu tubuh yang rendah metabolisme jaringan yang meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat.
§  Perubahan Pernafasan
Selama dalam uterus, janin mendapatkan O2 dari pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Bayi normal melalui pernafasan 30 detik sesudah lahir, untuk menilai status kesehatan bayi dalam kaitannya dengan pernafasan dan peredaran darah dapat digunakan Apgar Score, dapat juga dilihat dari frekuensi denyut jantung, pernafasan, wajah, ekstremitas dan seluruh tubuh. Pernafasan bayi normal berkisar antara 30-60 x/menit.
§  Perubahan Sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan tekanan O2 menurun. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah tersebut meningkat. Hal ini mengakibatkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus tali pusat dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena cava. Sirkulasi janin berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar kandungan.

D.    Hal-hal yang dilakukan pada bayi yang baru lahir
Ø  Menghisap lendir dan merangsang pernafasan sekaligus menilai Apgar Score, tujuan menghisap lendir adalah saluran pernafasan bebas dari sumbatan kotoran sehingga pasien dapat bernapas secara normal.
Tanda
Skor
0
1
2
1. Frekuensi Jantung
§  Tak ada
§  < 100 x/mnt
§  > 100 x/mnt
2. Usaha Bernafas
§  Tak ada
§  Lambat, tidak teratur
§  Menangis kuat
3. Tonus otot
§  Lumpuh
§  Ekstremitas fleksi
§  Gerakan aktif
4. Reflek
§  Tak ada
§  Gerakan sedikit
§  Gerakan kuat
5. Warna kulit
§  Biru/pucat
§  Tubuh kemerahan, ekstremitas biru
§  Seluruh tubuh kemerahan
Penggunaan Apgar Score bayi baru lahir ada 3 golongan :
-          Apgar Score 1 menit 7-10 : normal/baik
-          Apgar Score 1 menit 4-6   : asphyxia/sedang
-          Apgar Score 1 menit 0-3   : asphyxia/berat

Ø  Mengeringkan badan bayi dari cairan ketuban dengan menggunakan kain yang halus atau handuk.
Ø  Memotong dan mengikat tali pusat dan memperhatikan teknik aseptic dan antiseptic, agar tidak terjadi infeksi tali pusat dipotong dengan menggunakan gunting steril.
Ø  Apabila bayi tidak menangis lakukan cara sebagai berikut :
1.      Rangsangan taktil dengan cara menepuk-nepuk kaki, mengelus-elus dada, perut atau pinggangg.
2.      Bila dengan rangsangan taktil belum menangis lakukan mount to mount (nafas buatan dari mulut kemulut).
Ø  Memperhatikan suhu tubuh bayi dengan cara :
1.      Bayi dibungkus dengan kain hangat
2.      Jangan membiarkan bayi dalam keadaan basah
3.      Jangan memandikan bayi dengan kain dingin
4.      Daerah kepala ditutupi.
Ø  Merawat tali pusat dengan menggunakan triple day
Ø  Mendekatkan bayi dengan ibu dan menetekkan setelah lahir
Ø  Membersihkan badan bayi dengan menggunakan kain waslap dengan air hangat
Ø  Memberikan obat mata untuk mencegah terjadinya infeksi gonorhoe, rubella dll.
Ø  Melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tertukarnya bayi satu dengan yang lain.
Ø  Memakaikan pakaian bayi.

E.     Pemantauan Tanda-tanda Vital
1.      Suhu badan bayi diukur melalui rectum atau ketiak
2.      Pada pernafasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya refleksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi, gerak pernafasan 30-50 x/mnt.
3.      Nadi dapat dipantau di semua titik nadi perifer.
4.      Tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi.
Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda sbb :
a.       Sesak napas
b.      Frekuensi pernafasan 60 x/mnt
c.       Malas minum
d.      Panas atau suhu badan bayi rendah
e.       Gerak retraksi di dada
f.       Kurang aktif
g.      Berat lahir rendah (1500-2500) dengan kesulitan minum

F.     Penatalaksanaan Awal Bayi Baru Lahir
Penatalaksanaan bayi baru lahir meliputi :
a.       Pencegahan Infeksi
Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut :
o   Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi
o   Pakai sarung tangan bersih
o   Pastikan bahwa semua peralatan termasuk klem, gunting dan benang tali pusat telah diinfeksi tingkat tinggi (steril)
o   Pastikan semua pakaian, handuk, selimut, serta kain untuk bayi telah dalam keadaan bersih.
o   Pastikan bahwa timbangan, pita pengukur, temperature, stetoskop dan benda-benda yang akan bersentuhan dengan bayi telah dalam keadaan bersih.
b.      Penilaian Awal
Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat (0-30 detik). Jika bayi mengalami kesulitan Bernafas, menangis lemah, lemas dan atau kulit berwarna pucat biru segera bersihkan asuhan untuk membantu memulai pernafasan.
c.       Pencegahan Kehilangan panas
Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperature tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat mengalami kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipotermi meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat.
Mekanisme kehilangan panas :
§  Evaporasi    adalah cara kehilangan panas pada tubuh bayi yang terjadi karena menguapnya cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi yang tidak cepat dikeringkan atau setelah bayi dimandikan.
§  Konduksi    adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin.
§  Konveksi     adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang telah dingin.
§  Radiasi        adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai temperature tubuh.
Mencegah kehilangan panas :
1.      Keringkan bayi secara seksama
2.      Selimuti bayi dengan selimut/kain bersih, kering dan hangat.
3.      Tutup bagian kepala bayi.
4.      Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.
5.      Jangan segera memandikan bayi baru lahir.
6.      Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.
d.      Rangsangan Taktil
Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi, jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan serta menunjukkan tanda-tanda kegawatan maka segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan.
e.       Asuhan Tali Pusat
§  Megikat tali pusat
Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang desinfeksi tingkat tinggi atau klem plastic tali pusat kemudian lakukan simpul kunci atau jepitan secara mantap klem tali pusat tersebut.
§  Perawatan tali pusat
-          Jangan membungkus tali pusat/perut ataupun mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat.
-          Pemakaian alcohol/betadin masih diperkenankan sepanjang tidak menyebabkan tali pusat basah/lembab.
-          Beri nasehat pada ibu tentang cara :
1)      Melipat popok di bawah puntung tali pusat
2)      Jika puntung tali pusat kotor cuci secara lembut dengan air matang dan keringkan dengan kain bersih.
3)      Beritahu ibu untuk mencari bantuan jika tali pusat menadi merah atau mengeluarkan darah atau nanah.
f.       Memulai Pemberian ASI
Pastikan pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Jika mungkin anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusui bayinya segera setelah tali pusat diklem atau dipotong.
Keuntungan pemberian ASI secara dini :
§  Merangsang produksi ASI
§  Memperkuat reflek menghisap bayi
§  Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayi.
§  Memberikan kekebalan pasif melalui kolostrum


Pedoman Umum untuk Ibu saat Menyususui :
§  Mulai menyusui segera setelah lahir (dalam waktu 1 jam).
§  Jangan berikan makanan/minuman lain kepada bayi.
§  Berikan ASI saja selama 6 bulan pertama dan sesuai dengan kebutuhannya selama bayi menginginkannya.
g.      Pemberian Profilikus terhadap Gangguan pada Mata
Pemberian tetes mata profilaktif (larutan perak nitrat 1%) atau salep (tetrasiklin 1% atau eritromisin 0,5%) harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran jika melebihi waktu tersebut, maka pemberiannya tidak efektif terutama diafragmatik dan abdominal biasanya masih tidak teratur dalam hal frekuensi dan ditanya pernafasan ini timbul sebagai akibat aktifitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya.

II.      KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI LAHIR
A.    PENGKAJIAN DATA
a.       Data Subyektif
1.      Biodata
Berhubungan dengan identitas klien
2.      Keluhan Utama
Berhubungan dengan keadaan klien saat ini
3.      Riwayat Kehamilan dan Persalinan
a)      Riwayat prenatal
1.      Berapa kali periksa
2.      Kehamilan normal
b)      Riwayat natal
1.      Persalinan normal dan spontan pervaginam
2.      Lama persalinan
3.      Lama persalinan kala II tidak ≥ 2 jam pada primigravida dan ≥ 1 jam pada multigravida.
4.      Lama persalinan kala III tidak ≥ 30 menit
5.      Air Ketuban : jernih
6.      Perdarahan, tidak (-)
7.      Tanggal : …., Jam : ………., Tempat : ……….
8.      Jenis Kelamin : ♀/♂
c)      Riwayat Neonatal
1)      AS ≥ 7
2)      BB ≥ 2500 gram
3)      PB ≥ 45 cm
4)      1 jam lahir minum PASI/ASI
5)      Obat-obatan apa yang diberikan.
4.      Kebutuhan Dasar
a.       Nutrisi
Sebaiknya bayi baru lahir langsung disusukan pada ibunya/ langsung minum ASI tapi kalau ASI belum keluar bisa diganti dengan PASI. Tetapi harus diutamakan ASI.
b.      Istirahat
Biasanya bayi Cuma bangun kalau disusui, BAB dan BAK selain itu bayi pasti tidur.
c.       Pola aktifitas
Biasanya bayi normal akan menangis keras dan gerakan yang aktif.
d.      Pola Eliminasi
BAB ± 1 kali sehari, BAK  ± 5 kali sehari
5.      Riwayat Penyakit Keluarga
Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti : penyakit hipertensi, DM, asma, dll.
6.      Riwayat Psikososial
Ibu dan keluarga sangat senang dan menerima bayinya dengan baik dan penuh kasih sayang.

b.      Data Subyektif
1.      Pemeriksaan Umum
Keadaan umum  : baik
Kesadaran          : composmentis
BB                      : normal 2500 gr – 4000 gr
PB                      : normal 45 cm – 55 cm
RR                      : normal ≥ 30-80 x/menit
N                        : normal ≥ 120-160 x/menit
S                         : normal 36ºC – 37,5ºC (rectal).
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Kepala         
Inspeksi        : bentuk memanjang, tidak ada caput succedaneum, tidak ada chephalomatoma, rambut tipis dan halus.
Palpasi          : ubun-ubun posterior dan sutura harus teraba, ubun-ubun anterior tidak boleh terasa tegang/cekung.
b.      Wajah
Inspeksi        : bentuk oval, tidak ada oedema ataupun luka, warna kulit kemerahan.
c.       Mata
Inspeksi        : simetris, tidak ada kelainan pada mata, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak icterus, tidak ada perdarahan.
d.      Hidung
Inspeksi        : bersih/tidak, adakah pengeluaran secret, adakah pernafasan cuping hidung.
e.       Mulut
Inspeksi        : bersih, bibir tampak merah muda, reflek menelan dan menghisap kuat, tidak ada kelainan.
f.       Telinga
Inspeksi        : simetris, tidak ada kelainan
g.      Leher
Inspeksi        : simetris, tidak ada kelainan
Palpasi          : tidak teraba massa
h.      Ketiak
Inspeksi        : tidak ada benjolan
i.        Dada
Inspeksi        : Simetris, tidak ada retraksi dinding dada, pernafasan kombinasi antara dada dan perut
Palpasi          : tidak ada benjolan yang abnormal
Auskultasi    : tidak ada bunyi wheezing
j.        Abdomen
Inspeksi        : simetris, keadaan tali pusat baik (tali pusat terbungkus kassa), tidak ada perdarahan.
Palpasi          : tidak ada benjolan, tidak kembung
Auskultasi    : tidak terdapat bising usus.
k.      Genetalia
Inspeksi        : tidak ada kelainan, labia mayora sudah menutupi labia minora, introitus kadang-kadang ada lendir
l.        Ekstremitas
Inspeksi        : simetris, tidak ada kelainan, jari tangan dan kaki lengkap
Palpasi          : tidak ada oedema baik kedua tangan dan kaki

3.      Pemeriksaan Neurologis
a.       Reflek moro/reflek terkejut baik
b.      Reflek menggenggam baik
c.       Reflek roating baik
d.      Reflek sucking/menghisap baik
e.       Glabella reflek baik.

B.     IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx   :  Bayi Ny. “…” Usia 1 hari
Ds    :  Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki-laki secara normal pada tanggal 6 Februari 2007 jam 07.45 WIB.
Do   :  Keadaan Umum  : Baik
           Kesadaran           : composmentis
           BB                       : 2500 – 4000 gram
           PB                       : 45 cm – 50 cm
           RR                       : 30 – 80 x/menit
           N                         : 120 – 160 x/menit
           S                          : 36ºC - 37ºC
           Jenis kelamin       : perempuan

C.    IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
a.       Hipotermi
b.      Asfiksia
c.       Tetanus nenatorum
d.      Icterus neonatorum
D.    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-

E.     INTERVENSI
1.      Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga
R/   Ibu dan keluarga lebih kooperatif dalam melaksanakan tindakan 
2.      Lakukan Observasi keadaan umum dan TTV 4 jam sekali
R/   Deteksi dini adanya komplikasi
3.      Lakukan Perawatan dengan teknik aseptic
R/   Pencegahan infeksi
4.      Berikan kehangatan pada bayi
R/   Pencegahan terjadinya hipotermi
5.      Melakukan perawatan tali pusat dengan teknik aseptic dengan cara membungkus tali pusat dengan kasa steril yang telah diberi alcohol.
R/   Pencegahan dini terjadinya tetanus neonatorum
6.      Ajarkan pada ibu cara menjaga kebersihan dan perawatan tali pusat sehari-hari.
R/   Pemberian informasi pada ibu membuat ibu mengerti cara merawat bayinya.
7.      Anjurkan ibu untuk memberi ASI Eksklusif pada bayi
R/   Kekebalan bayi terhadap bayi secara dini dan alami
8.      Berikan KIE tentang Imunisasi pada Ibu
R/   Imunisasi sebagai upaya pemberian kekebalan pada bayi.
9.      Berikan KIE pada Ibu tentang perawatan bayinya.
R/   Menambah pengetahuan ibu
10.  Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut
R/   Fungsi dependent

F.     IMPLEMENTASI
Dilakukan sesuai dengan Intervensi

G.    EVALUASI
Mengacu pada kriteria hasil.


BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1    PENGKAJIAN DATA
MRS                           :  6 Februari 2007
Tanggal pengkajian     :  7 Februari 2007            Jam : 09.00 WIB
Tempat pengkajian     :  Ruang Neonatus
No. Reg                      :  1059922
Oleh                            :  Binti Maysaroh
A.    Data Subyektif
1.      Biodata
a.       Nama Bayi       :  Bayi Ny. “S”
Tanggal lahir    :  6 Februari 2007
Umur               :  1 hari
Jenis kelamin   :  perempuan
Anak ke           :  1 (Satu)

b.      Nama Orang tua
Nama Ibu    : Ny. “S”                              Nama            :  Tn. “B”
Umur           : 23 tahun                             Umur            :  28 tahun
Agama         : Islam                                  Agama          :  Islam
Pendidikan  : SMP                                   Pendidikan   :  SMA
Pekerjaan     : IRT                                    Pekerjaan      :  Swasta
Alamat        : Payan RT 9/4 Sedati
2.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan telah melahirkan bayi perempuan secara normal pada tanggal 6 Februari 2007 jam 07.45 WIB.
3.      Riwayat Kehamilan dan Persalinan
a.       Riwayat Prenatal
Ibu melahirkan bayinya pada usia 23 tahun, kondisi ibu saat hamil dan selalu memeriksakan kehamilannya ke bidan praktek swasta terdekat sebanyak 3 x. Mendapatkan suntikan TT 2x mulai merasakan gerakan-gerakan janin mulai usia kehamilan 5 bulan. Ibu hanya merasakan mual dan muntah sampai usia kehamilan 3 bulan tapi kadang-kadang ibu tidak mempunyai kebiasaan merokok, minum obat-obatan maupun jamu-jamuan. Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak mempunyai Riwayat penyakit menurun, menular dan menahun seperti DM, jantung, hepatitis, hipertensi, TBC.
b.      Riwayat Natal
Ibu melahirkan dengan UK 40-41 mgg dengan persalinan spontan belakang kepala. Bayi lahir tanggal 6 Februari 2007 jam 07.45 WIB dengan Apgar Skor 8-9, jenis kelamin perempuan, berat badan lahir 3000 gr, dan panjang badan 49 cm serta tidak ada kelainan congenital dan anus berlubang.
c.       Riwayat Neonatal
-          AS           : 8-9
-          BB lahir   : 3000 gr
-          PB           : 50 cm
-          Anus        : (+)
-          1 jam setelah lahir bayi minum PASI
-          Obat-obatan yang diberikan
-          Injeksi Vit K 1 mg (IM)
4.      Kebutuhan Dasar
a.       Pola Nutrisi
Minum susu setiap 2 jam sekali atau setiap menangis dengan takaran 60 cc.
b.      Pola Eliminasi
BAB    :  1 kali berupa mekoneum berwarna hijau tua
BAK    :  3 kali, berwarna kuning jernih
c.       Pola Istirahat
Bayi tidur saat setelah diberi minum susu
d.      Pola aktivitas
Menangis keras bila lapar, BAB dan BAK

5.      Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menahun dan menurun seperti DM, jantung, TBC, asma, hipertensi dan hepatitis. Selain itu, ibu mengatakan bahwa dari keluarganya maupun keluarga suaminya tidak ada yang mempunyai faktor keturunan kembar.
6.      Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan bahwa persalinannya saat ini adalah persalinan yang pertama. Ibu sangat senang dan menerima bayinya.

B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum  : baik
Kesadaran           : composmentis
BB                       : 3000 gram
PB                       : 50 cm
RR                       : 40 x/menit
N                         : 128  x/menit
S                          : 36,7ºC
A-S                      : 8-9
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi
Kepala             :  Simetris, tidak ada caput succedaneum, cephal hematoma ataupun luka, rambut tipis dan halus.
Wajah              :  bentuk oval, tidak ada oedema maupun luka, warna kulit kemerahan.
Mata                :  Simetris tidak ada kelainan pada mata, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak icterus, tidak terdapat perdarahan pada mata.
Hidung            :  Simetris, hidung berlubang kanan dan kiri, tidak ada pernafasan cuping hidung.
Mulut               :  Bersih, bibir berwarna merah, reflek menelan dan menghisap kuat, tidak ada kelainan.
Telinga             :  Simetris, tidak ada kelainan
Leher               :  Simetris, tidak ada kelainan
Ketiak              :  tidak ada benjolan, tidak ada kelainan
Dada                :  Simetris, tidak ada retraksi dinding dada, pernafasan kombinasi dada dan perut.
Abdomen         :  Simetris, keadaan tali pusat baik (tali pusat terbungkus kassa), tidak ada kelainan.
Genetalia         :  tidak ada kelainan, labia mayora sudah menutupi labia minora. Introitus vagina kadang-kadang ada lendir
Anus                :  tidak ada kelainan, anus berlubang
Ekstremitas      :  Simetris, tidak ada kelainan, jari tangan dan kaki lengkap.

b.      Palpasi
Leher               :  tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Dada                :  tidak ada benjolan yang abnormal
Abdomen         :  tidak ada benjolan, tidak kembung
Ekstremitas      :  tidak ada oedema baik kedua tangan dan kaki.
c.       Auskultasi
Dada                :  tidak ada bunyi ronchi maupun wheezing
Abdomen         :  tidak terdapat bising usus
d.      Perkusi
Abdomen         :  tidak kembung
                        
3.      Pemeriksaan Neurologis
a.       Reflek Moro                  :  Bayi menimbulkan gerakan terkejut ketika diberi sentuhan mendadak.
b.      Reflek Menggenggam   :  jari tangan bayi menggenggam ketika disentuh oleh tangan
c.       Reflek roating                :  Bayi menoleh sewaktu pipinya disentuh dengan jari
d.      Reflek Sucking              :  hisapan bayi pada putting susu kuat

4.      Pemeriksaan Anthropometri
a.       BB bayi    :  3000 gr
b.      PB bayi     :  50 cm
c.       LD            :  34 cm
d.      LILA        :  11 cm
e.       Lingkar Kepala
-          Diameter sub oksipito bregmatika    : 9,5 cm
-          Diameter sub oksipito frontalis        : 11 cm
-          Diameter gronto oksipitalis              : 12 cm
-          Diameter mento oksipitalis               : 13,5 cm
-          Diameter sub mento bregmatika       : 9,5 cm
-          Diameter biparietalis                         : 9,5 cm
-          Diameter bitemporalis                      : 8 cm

3.2    IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx       : Bayi Ny. “S” usia 1 hari
Ds        : Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki-laki secara normal pada tanggal 6 Februari 2007 jam 07.45 WIB
Do       : Keadaan Umum  :  Baik
              Kesadaran           :  composmentis
              BB Lahir             :  3000 gram
              PB Lahir              :  50 cm
              RR                       :  32 x/menit
              Nadi                    :  128 x/menit
              Suhu                    :  36,7ºC
              A-S                      :  8-9
              Jenis kelamin       :  perempuan

3.3    IDNTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
-          Hipotermi
-          Asfiksia
-          Tetanus neonatorum
-          Icterus neonatorum

3.4    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-

3.5    INTERVENSI
Dx                :  Bayi Ny. “S” Usia 1 hari
Tujuan          :  Bayi terhindar dari asfiksia dan hipotermi
Kriteria hasil :
a.       Bayi lahir tidak kedinginan
b.      Jalan nafas tidak tersumbat
c.       Bayi tidak terjadi icterus dan tidak terjadi infeksi
d.      TTV dalam batas normal (RR : 30-60 x/menit, N = 120-160 x/menit, suhu: 36ºC – 37,5ºC)
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan serta penjelasan pada ibu pasien dan keluarganya tentang tindakan yang akan dilakukan
R/  Ibu dan keluarga lebih kooperatif dalam melaksanakan tindakan.
2.      Lakukan tindakan dengan aseptic
R/  Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi
3.      Lakukan Observasi KU dan TTV tiap 4 jam sekali.
R/  Deteksi dini adanya komplikasi
4.      Berikan kehangatan pada bayi
R/  Mencegah terjadinya hipotermi
5.      Lakukan perawatan tali pusat dengan teknik aseptic dengan cara membungkus tali pusat dengan kassa steril yang telah diberi alcohol.
6.      Berikan KIE pada ibu tentang perawatan bayinya.
R/  Menambah pengetahuan ibu
7.      Anjurkan ibu untuk memberi ASI Eksklusif pada bayi
R/  Pemberian ASI memiliki beberapa keuntungan bagi ibu dan bayi
8.      Anjurkan pada ibu untuk imunisasi bayinya dengan lengkap
R/  Meningkatkan kekebalan pada bayi
9.      Kolaboras dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut.
R/  Fungsi dependent.

3.6    IMPLEMENTASI
Tanggal    : 7 Februari 2007          Jam : 09.00 WIB
Dx            : Bayi Ny. “S” Usia 1 hari
Jam 09.00 WIB      1.  Melakukan pendekatan serta penjelasan pada ibu dan keluarga pasien tentang tindakan yang akan dilakukan oleh petugas sehingga pasien dan kelarga lebih kooperatif dengan tindakan yang dilakukan petugas.
Jam 09.15 WIB      2.  Melakukan tindakan aseptic
                                    Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, saat melakukan penanganan bayi baru lahir, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi, yaitu :
a.       mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan bayi.
b.      Pakai sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan.
c.       Pastikan bahwa semua peralatan yang akan digunakan bersih dan steril.
d.      Pastikan bahwa pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi dalam keadaan bersih.
e.       Pastikan bahwa timbangan berat badan sudah diberi alas, pita ukur, thermometer, stetoskop dalam keadaan bersih.
Jam 10.00 WIB      3.  Lakukan Observasi KU dan TTV setiap 4 jam sekali
                                    Keadaan Umum  : Baik
                                    Kesadaran            : composmentis
                                    RR                       : 40 x/menit
                                    Nadi                     : 128 x/menit
                                    Suhu                    : 36,7ºC
Jam 10.15 WIB      4.  Berikan Kehangatan pada bayi
a.       Menyelimuti bayi dengan selimut/kain bersih dan hangat
b.      Menutupi bagian kepala bayi
c.       Tidak memandikan bayi paling tidak 6 jam setelah lahir.
Jam 10.15 WIB      5.  Lakukan Perawatan tali pusat dengan teknik aseptic dengan cara membungkus tali pusat dengan kassa steril yang diberi alcohol.
Jam 10.30 WIB      6.  Berikan KIE pada ibu tentang perawatan bayinya yaitu:
a.       Anjurkan pada ibu untuk memberi ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam mulai dari hari pertama.
b.      Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering
c.       Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan mengganti popok dan selimut sesuai dengan keperluan
d.      Pastikan bayi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, terlalu panas dapat menyebabkan dehidrasi karena kemampuan pengaturan suhu bayi masih dalam perkembangan.
e.       Apa saja yang dimasukkan ke dalam mulut bayi harus bersih
f.       Sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi
g.      Kalau bayi sakit segera periksakan ke tenaga kesehatan.
Jam 11.00 WIB      7.  Anjurkan ibu untuk memberi ASI Eksklusif pada bayi
a.       Keuntungan pada bayi
-          ASI yang pertama (colostrum) mengandung zat antibody yang dapat memberi kekebalan pada bayi
-          Dengan menetek dan dipeluk Ibu maka bayi akan merasa hangat dan nyaman.
-          Bayi akan merasa mendapat kasih sayang Ibunya.
b.      Keuntungan Pada Ibu
-          Dengan meneteki bayinya akan merangsang kontraksi uterus sehingga mencegah perdarahan.
-          Mempererat tali kasih ibu dan anak.
Jam 11.30 WIB      8.  Anjurkan pada Ibu untuk imunisasi bayinya dengan lengkap, karena dengan imunisasi bayi akan mendapat kekebalan.
Jam 12.30 WIB      9.  Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut.
                                    Terapi : injeksi Vit K 1 mg (IM)

3.7    EVALUASI
Tanggal    : 7 Februari 2007        Jam 09.00 WIB
Dx            : Bayi Ny. “S” Usia 1 hari.
S               : Ibu mengatakan telah melahirkan bayi perempuan pada tanggal 6 Februari 2007 jam 07.45 WIB secara normal.
O              : Keadaan Umum  :  Baik
                   Kesadaran           :  composmentis
                   BB                       :  3000 gr
                   PB                       :  50 cm
                   RR                       :  40 x/menit
                   N                         :  128 x/menit
                   S                          :  36,7ºC
A              : Bayi baru lahir umur 1 hari  
P               : -    Lakukan Observasi TTV
                   -    Lakukan perawatan bayi
                   -    KIE tentang pemberian ASI


BAB IV
PEMBAHASAN

            Pada saat melakukan pengumpulan data penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi. Observasi terhadap status kesehatan bayi dilakukan penulis telah dibekali dengan alat-alat yang menunjang untuk pemeriksaan kesehatan.
            Asuhan yang diberikan pada waktu bayi baru lahir sampai pengamatan pernafasan, warna dan aktivitasnya. Mempertahankan suhu tubuh bayi, pemeriksaan fisik, pemberian vitamin K, Identifikasi bayi dan perawatan bayi sehari-hari.
            Intervensi yang tercantum dalam Askeb tidak semua dapat dilaksanakan jadi terjadi sedikit kesenjangan antara teori dengan kasus.


BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bayi baru lahir perlu dilakukan penatalaksanaan awal yang meliputi :
-          Pencegahan infeksi
-          Penilaian awal
-          Pencegahan kehilangan panas
-          Rangsangan taktil
-          Asuhan perawatan tali pusat
-          Memulai pemberian ASI
Karena bayi yang dilahirkan juga berada di dalam kondisi yang optimal, memberi pertolongan dengan segera, aman dan bersih pada bayi baru lahir adalah bagian essensial dari Asuhan Bayi Baru Lahir.

B.     Saran
1.      Bayi tenaga kesehatan khususnya bidan maupun mahasiswi kebidanan hendaknya bisa memberikan penanganan secara tepat dan cepat pada bayi baru lahir sehingga angka kesakitan dan kematian pada bayi baru lahir semakin berkurang.
2.      Dengan adanya Asuhan Kebidanan pada bayi baru lahir, pembaca dapat mengerti bagaimana cara penatalaksanaan awal pada bayi baru lahir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar